Laman

Selasa, 20 Juli 2010

Meningitis ( Penyebab, Cara Penularan, Gejala, Pengobatan, Pencegahan )

Meningitis adalah radang selaput otak ( yang melindungi otak dan sumsum tulang belakang ) , sering disebabkan karena virus atau bakterti, dapat juga disebabkan karena jamur atau parasit. Penyebab penyebab ini dapat bersumber dari
infeksi yang terjadi di kepala, telinga, saluran pernapasan, ataupun dikulit, yang sangat sedikit sekali diantaranya yang kemudian menyebabkan terjadinya Meningitis. Sumber penyebab dapat juga berasal dari trauma yang terjadi di kepala.

Meningitis karena virus sebagian besar disebabkan karena entero virus , dapat juga karena virus campak, gondong, cacar air, influenza atau herpes. Infeksi entero virus di Amerika Serikat sering terjadi pada musim panas atau musim gugur, dapat tanpa gejala, dapat juga menimbulkan gejala flu atau bercak kemerahan dikulit atau nyeri tenggorokan dengan demam ringan , berlangsung selama 7 - 10 hari kemudian sembuh, sangat jarang yang kemudian diikuti terjadinya Meningitis.

Bakteri penyebab Meningitis terutama pada anak usia dibawah 2 tahun tersering karena bakteri Haemophillus Influenza atau bakteri Penumococcus . Walau jarang, bakteri TBC dan bakteri Syphillis juga dapat menyebabkan Meningitis. Mereka yang bekerja berhubungan dengan binatang dapat terkena Meningitis karena bakteri Leisteria. Bakteri Neisseria Meningitidis sering menimbulkan wabah di subsahara Afrika , berkaitan dengan kondisi sosial ekonomi rendah, kepadatan penduduk yang tinggi disertai daya tahan tubuh rata rata penduduk yang rendah dan kondisi lingkungan yang panas, kering dan berdebu. Bakteri ini juga dapat menyebar diantara mereka dengan kontak erat lama a.l diantara penghuni asrama mahasiswa/tentara.   Jamur Cryptococcus dan parasit Toxoplasma sering menyebabkan Meningitis pada seseorang dengan daya tahan tubuh rendah karena HIV/AIDS.

Cara Penularan :
Melalui bercak pernapasan saat batuk, bersin, berciuman atau kontaminasi dengan kotoran manusia yang mengandung virus ( sering terjadi saat mengganti popok bayi/balita ), dapat juga terjadi saat berjabatan tangan dengan penderita, atau karena menyentuh benda yang pernah disentuh penderita kemudian menyentuh hidung.

Gejala Dan Pengobatan :
Gejala penyakit pada yang disebabkan karena virus biasanya lebih ringan dan dapat sembuh tanpa pengobatan spesifik, yang disebabkan karena bakteri sering menyebabkan kematian atau sembuh disertai gejala sisa karena terjadinya kerusakan otak ( kecerdasan menurun, tuli, buta, kelumpuhan atau sering kejang ). Gejala berupa panas tinggi, sakit kepala, leher kaku disertai mual,muntah, fotophobia, dapat didahului atau tanpa didahului adanya infeksi saluran napas atas / infeksi telinga, berkembang dalam beberapa hari atau selama 1 - 2 hari. Pada tahap lanjut disertai menurunnya kesadaran dan kejang. Pada bayi mungkin tanpa demam atau leher kaku, disertai adanya ubun ubun menonjol, tidak mau makan, menangis /merintih terus menerus.

Untuk memastikan penyebab penyakit agar pengobatan dapat diberikan sesuai penyebabnya , dilakukan pemeriksaan lumbal punksi yaitu pengambilan cairan sumsum tulang belakang untuk pemeriksaan laboratorim. Antibiotika / anti jamur/ anti parasit kemudian diberikan sesuai hasil pemeriksaan disertai penanganan untuk mengatasi gejala yang ada ( untuk Meningitis yang disebabkan karena virus tidak diberikan antibiotika / anti jamur/ anti parasit ).


Pencegahan :

  • Menjaga daya tahan tubuh yang prima ( makanan bergizi, cukup istirahat )
  • Perilaku hidup sehat ( mencuci tanagan terutama setelah mengganti popok balita, setelah buang air besar, setelah memegang hewan peliharaan, menjaga kebersihan binatang peliharaan, menutup mulut/hidung saat batuk/bersin, tidak berciuman/bergantian alat makan dengan penderita, membersihkan benda terkontaminasi virus dengan desinfektan ( a.l dengan menggunakan campuran 1/4 cup cairan pemutih dan 16 cup air ).
  • Pemberian antibiotika kepada kontak penderita Meningitis karena Neisseria Meningitidis.
  • Pemberian vaksinasi terutama pada anak usia dibawah 2 tahun dan pada usia lanjut.
  • Pemberian vaksin Meningitis pada calon jemaah haji. ( Sebagian jemaah haji di Arab Saudi berasal dari negara subsahara Afrika, telah terjadi wabah Meningitis diantara jemaah haji pada tahun 2000, dan sejak tahun 2002 pemerintah Arab mewajibkan pemberian vaksinasi sebagai syarat untuk mendapatkan visa haji/umroh. Vaksin untuk Neisseria Meningitidis ini mulai memberikan kekebalan 10 - 14 hari setelah vaksinasi dan dapat bertahan selama 2 - 3 tahun.

Sumber :
the Merck Manual, twelfth edition ; Could it be HIV, the clinical recognition of HIV infection. second edition ; Meningitis, CDC home , http://www.cdc.gov/meningitis/about/index.html Vaksinasi pada jemaah haji , JACINetwork, http://www.jacinetwork.org/.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar